Teori Ketenagakerjaan Dari Cabang-Cabang Ilmu Ekonomi

Cat Semprot
Informasi Lengkap Seputar Cat Semprot Untuk Memudahkan Pengecatan
May 6, 2019
Jenis Jenis Tenaga Kerja
Jenis Jenis Tenaga Kerja di Indonesia Yang Perlu Diketahui
May 6, 2019

Teori Ketenagakerjaan Dari Cabang-Cabang Ilmu Ekonomi

Teori Ketenagakerjaan

Teori ketenagakerjaan – Pemerintah telah menetapkan undang-undang No 13 Tahun 2003 pada pasal 1 ayat 2 tentang Ketenagakerjaan. Di dalam pasal tersebut berisi pengertian tentang tenaga kerja yaitu, setiap individu yang mampu melaksanakan pekerjaan baik di luar maupun di dalam hubungan kerja agar mendapatkan barang atau jasa guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurut Bada Pusat Statistik (BPS) seluruh penduduk telah memasuki usia kerja ketika telah menginjak usia di atas 15 tahun. Untuk teori Ketenagakerjaan dan teori permintaan tenaga kerja berhubungan antara harga dan kuantitas.

Teori Ketenagakerjaan

Teori Ketenagakerjaan Dari Cabang-Cabang Ilmu Ekonomi

Ketenagakerjaan ini memiliki konsep yang mengatur pengertian, klasifikasi, permintaan tenaga kerja, teori ketenagakerjaan, dan faktor yang mempengaruhi permintaan tenaga kerja. Beberapa teori Ketenagakerjaan telah dirangkum seperti berikut ini.

1. Teori Klasik Adam Smith (1729-1790)

Tokoh utama dari ilmu ekonomi yang paling terkenal adalah teori Adam Smith yang kemudian lebih dikenalnlago dengan teori klasik. Teori klasik yang dikemukakan oleh Adam Smith adalah beliau melihat bahwa alokasi dari sumber daya manusia akan lebih efektif pada pelaku pemula pada pertumbuhan ekonomi.

Setelah perekonomian tumbuh, maka selanjutnya akan membutuhkan akumulasi modal secara fisik yang berguna untuk menjaga kestabilan perekonomian yang sedang berkembang. Dari teori ketenagakerjaan yang dikemukakan oleh Adam Smith tersebut mengatakan bahwa alokasi sumber daya manusia harus efektif agar pertumbuhan ekonomi bisa berjalan dengan lancar.

2. Teori Thomas Robert Malthus (1766-1834)

Teori Malthus mengatakan bahwa manusia dapat berkembang lebih cepat dibandingkan dengan produksi hasil pertanian. Malthus mengungkapkan bahwa manusia berkembang sesuai deret ukur, berbeda dengan produksi hasil pertanian yang hanya bisa meningkat sesuai deret hitung.

Teori ketenagakerjaan yang diungkapkan Malthus ini dianggap sangat berjasa dalam pengembangan perekonomian. Malthus juga berpendapat bahwa setiap negara perlu melakukan pengawasan terhadap pertumbuhan penduduk. Menurutnya semakin tinggi jumlah penduduk akan berpengaruh pada turunnya produksi perkepala.

Jika tidak ada kontrol dalam pertumbuhan penduduk maka pengurangan jumlah penduduk akan diselesaikan secara alamiah. Hal itu terjadi dengan adanya perang, kekurangan bahan pangan, epidemi, dan lain-lain.

3.. Teori John Maynard Keynes (1883-1946)

Berbeda dengan Keynes yang tidak sependapat dengan pandangan klasik dari teori Adam Smith. Keynes lebih percaya bahwa pada nyatanya pasar tenaga kerja tidak sesuai dengan pelaku tenaga kerjanya.

Jadi, para pekerja akan memperjuangkan kepentingan buruh semaksimal mungkin dari penurunan tingkat upah, hal tersebut dipengaruhi oleh adanya serikat kerja (labor union). Jika terjadi penurunan tingkat upah pada sebagian pelaku kerja maka secara otomatis juga akan berpengaruh pada daya beli masyarakat.

Ketika hal ini terjadi maka harga-harga yang telah ditetapkan di pasar akan turun yang tentunya mendorong kurva nilai produktivitas marjinal labor yang menjadi patokan perusahaan-perusahaan besar juga akan turun. Hal buruk yang akan terjadi jika harga turun begitu drastis maka kurva nilai produktivitas marjinal labor juga turun drastis sehingga tingkat pengangguran akan bertambah.

4. Teori Pertumbuhan Ekonomi Harrod-Domar (1946)

Teori Ketenagakerjaan yang dikemukakan oleh Harrod-Domar ini menyatakan bahwa investasi tidak hanya menciptakan permintaan saja. Setiap investasi yang dilakukan juga akan memperbesar kapasitas produksi yang dilakukan.

Jika kapasitas membesar harus diikuti dengan permintaan yang juga besar agar produksi tidak menurun. Oleh sebab itu jumlah permintaan dan kapasitas produksi harus berjalan secara seimbang. Tujuannya agar tidak terjadi surplus yang menyebabkan menurunnya jumlah produksi.

Baca Juga

Teori Ketenagakerjaan Perlu Anda Ketahui dan Pahami

Setelah mengetahui teori tentang Ketenagakerjaan yang dikemukakan oleh beberapa pakar ekonomi tersebut, maka semakin bertambah juga pengetahuan tentang ilmu cabang ekonomi yang semakin menarik untuk dipelajari dan pahami.

Lihatlah video menarik berikut ini :

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan mengenai teori ketenaga kerjaan, semoga informasi yang kami sampaikan di atas dapat bermanfaat banyak untuk anda.

Salam Sukses – Jasa Sandblasting Terpercaya

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *