Tenaga Kerja, Definisi Menurut Para Ahli Dan Klasifikasinya

Tenaga Kerja Indonesia
Tenaga Kerja Indonesia Rata-Rata Mendekati Kekayaan
May 7, 2019
Arti Outsourcing
Arti Outsourcing, Sistem Beserta Kelebihan Dan Kekurangannya
May 7, 2019

Tenaga Kerja, Definisi Menurut Para Ahli Dan Klasifikasinya

Tenaga Kerja

Tenaga kerja – Guru, dokter, psikolog, psikiater, pilot, hingga tukang becak merupakan pandangan umum sebagai para tenaga kerja. Hal ini tidak hanya didefinisikan secara sempit apa yang setiap orang pikirkan. Ada pandangan secara definitif mengenai tenaga kerja menurut berbagai perspektif.

Tenaga kerja

Definisi Tenaga Kerja Menurut Para Ahli Dan Klasifikasinya

Ada banyak sekali opini berkenaan dengan usia pekerja yaitu, ada yang menyebutkan lebih dari 17 tahun, tidak ada menyebutkan lebih dari 20 tahun, dan beberapa opini bahkan menyebutkan lebih dari tujuh tahun bagi anak-anak jalanan sudah termasuk dalam tenaga kerja. Bagaimanakah definisinya?

1. Definisi Menurut Pendapat Dr. A. Hamzah., SH.

Menurutnya menyatakan yang berintikan bahwa seseorang yang bekerja di dalam maupun di luar hubungan kerja dengan alat-alat produksi terutama mengenai proses produksi, baik fisik ataupun pikiran.

2. Definisi Menurut Pendapat Eeng Ahman & Epi Indriani

Menurut Eeng Ahman dan Epi Indriani yang menyatakan  keseluruhan dari jumlah penduduk yang dianggap telah mampu secara mutlak bekerja serta sanggup bekerja bila ada permintaan-permintaan dalam kerja

3. Definisi Menurut Pendapat ALAM. S.

ALAM. S memberikan pernyataan bahwa penduduk yang berumur lima belas tahun ke atas pada kategori negara-negara berkembang seperti Indonesia. Sedangkan untuk kategori negara-negara maju, yaitu penduduk yang berusia antara lima belas hingga enam puluh empat tahun.

4. Definisi Menurut Pendapat Dr. Payaman dikutip A.Hamzah

Tenaga kerja yakni (man power) yaitu produk-produk yang telah atau itu sedang bekerja, ataupun sedang mencari pekerjaan , serta yang sedang mengadakan pekerjaan lainnya. Misalnya adalah pelajar, ibu rumah tangga. Terdapat 2 garis besar :

  • Angkatan kerja (labour force) terdiri dari golongan-golongan yang bekerja dan golongan pengangguran atau yang sedang mencari pekerjaan.
  • Kelompok yang bukan angkatan kerja, terdiri atas golongan pelajar, golongan rumah tangga, dan lainnya.

Klasifikasi Tenaga Kerja

Tidak hanya sekadar mengetahui mengenai definisi-definisi saja. Akan tetapi, dapat diklasifikasikan menjadi berdasarkan batas kerja dan berdasarkan kualitasnya. Berikut klasifikasinya:

Berdasarkan Batas Kerja

Berdasarkan batas kerja merupakan umur. Umur untuk yang termasuk angkatan kerja dan bukan termasuk angkatan kerja. Keduanya dibatasi oleh umur dalam pengklasifikasiannya.

Angkatan kerja ialah suatu penduduk yang memiliki usia cukup produktif yang berusia 15 sampai 64 tahun dan telah aktif dalam bekerja namun untuk sementara tidak bekerja, maupun yang sedang aktif dalam mencari berbagai jenis-jenis pekerjaan. Bukan angkatan kerja yakni  sepuluh tahun ke atas yang kegiatannya hanya duduk di bangku sekolah, mengurus kegiatan-kegiatan keluarga dan sebagainya.

Berdasarkan Kualitasnya

Berdasarkan kualitasnya merupakan makna kerelatifan universal. Dibedakan menjadi terdidik, terlatih, dan keduanya. Didasarkan akan kerelatifan universalitas pada jenis kualitasnya. Tenaga ini terdidik merupakan yang memiliki kapabilitas dalam bidang tertentu dengan menempuh cara sekolah atau pendidikan formal serta nonformal. Contohnya: Psikolog, psikiater, ahli teknik dan lainnya.

Tenaga kerja terlatih yaitu yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu dengan melalui pengalaman. Keterampilan ini dibutuhkan latihan secara berulang kali sehingga menguasai tentang pekerjaan yang bersangkutan. Adapun jenis selanjutnya yakni tenaga kerja tidak terdidik-terlatih. Tenaga fisik adalah ciri andalannya. Contoh: Tukang becak, pembantu, budak dll.

Baca Juga

Masalah Tenaga Kerja

Terkadang setiap masalah ada di setiap negara. Masalah ketenagakerjaan mungkin dimiliki dan sudah menjadi ciri khas negara berkembang. Masalah tenaga kerja termasuk rendahnya kualitas, Jumlah angkatan kerja yang tidak sebanding dengan kesempatan kerja, Persebaran tenaga kerja yang tidak merata, dan Pengangguran.

  • Rendahnya kualitas. Kualitas tenaga kerja di dalam suatu negara dapat ditentukan dengan menganalisis pertumbuhan pendidikan negara tersebut. Hal ini mungkin salah satu penyebab rendahnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Minimnya dalam hal penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan rendahnya produktivitas.
  • Jumlah angkatan kerja yang tidak sebanding dengan kesempatan kerja. Jika suatu negara lebih banyak angkatan kerja dibandingkan sedikitnya lapangan kerja maka hal ini menjadi permasalahan. Permasalahan tersebut dapat menjadi dampak adanya pengangguran dan kesenjangan sosial.
  • Persebaran pembangunan yang tidak merata. Desentralisasi pembangunan yang tidak merata akan menyebabkan kesenjangan dan ketidakadilan. Pembangunan di Jawa misalnya, masih dipandang terpusat dan pesat. Pemerintah harus berani memekarkan dan menumbuhkan pembangunan secara merata di berbagai pulau-pulau.

Lihatlah video menarik berikut ini :

Tenaga kerja sangatlah dibutuhkan. Dalam aktivitas-aktivitas tertentu membutuhkan seseorang yang bersedia dan ahli dalam bidangnya agar proses dapat berjalan dengan lancar. Meskipun negara-negara berkembang masih mendapatkan permasalahan, namun solusi atas ini masih dapat ditumbuhkan dan dilakukan tindak lanjut.

Salam Sukses – Jasa Sandblasting Terpercaya

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *