Faktor Produksi Tenaga Kerja Dan Contohnya Yang Bisa Dipelajari

Mesin Powder Coating
Mesin Powder Coating Membantu Pengecatan Lebih Mudah
May 6, 2019
Cara Mengecat
Cara Mengecat Dinding Yang Mudah Dengan Hasil Yang Estetik
May 6, 2019

Faktor Produksi Tenaga Kerja Dan Contohnya Yang Bisa Dipelajari

Faktor Produksi Tenaga Kerja

Faktor produksi tenaga kerja – Dalam sebuah industri produksi ekonomi, tentunya terdapat tenaga kerja yang menjadi kunci utamanya. Ada beberapa yang membedakan antara tenaga satu dengan yang lainnya. Mulai dari skill yang dimiliki hingga pengalamannya dalam satu bidang tertentu. Tenaga kerja sendiri masuk dalam salah satu faktor produksi tenaga kerja yang terbagi menjadi beberapa bagian.

Faktor Produksi Tenaga Kerja

Faktor Produksi Tenaga Kerja

1. Tenaga Kerja Mengandalkan Fisik

Beberapa orang ada yang bekerja dengan mengandalkan kekuatan atau kemampuan fisik dalam melakukan pekerjaannya. Sebagian pekerjaan dengan mengandalkan fisik memang berat, namun tanggung jawabnya terkadang ada yang lebih tinggi dibanding yang lainnya. Contoh pekerjaannya adalah kuli angkut barang di pasar, kuli bangunan dan lain sebagainya.

2. Produksi Tenaga Kerja Rohani

Rohani yang dimaksudkan disini adalah pekerjaan yang mengandalkan dari segi intelektualnya. Pekerja yang bekerja dengan rohani akan memiliki ruang lingkup pekerjaan di dalam ruangan. Dalam hal ini bukan berarti fisiknya tidak berguna, hanya saja mereka memiliki kelebihan diintelektualnya.

Sebagian orang yang masuk kategori ini adalah orang-orang yang ahli dalam bidang konsentrasi tertentu. Ilmu pengetahuan yang dimilikinya berasal dari pembelajaran yang tidak membutuhkan waktu sebentar. Beberapa contoh produksi tenaga kerja secara intelektual diantaranya adalah pengacara profesional, insinyur, dosen dan lain sebagainya.

3. Faktor Pendidikan

Tenaga kerja yang terdidik adalah mereka yang mendapatkan keahlian dalam bidan tertentu. Dalam mendapatkan ilmu tersebut harus menempuh pendidikan terlebih dahulu, baik formal maupun non formal. Bisa melalui tingkat sekolah hingga tingkat universitas. Pendidikan formal pada dasarnya memang untuk mempersiapkan seseorang untuk menjadi tenaga kerja yang profesional.

Orang-orang yang berlatar belakang berpendidikan biasa akan mempelajari ilmu secara terstruktur. Mereka kemudian akan menerapkan dan pengembangan ilmu tadi dalam kehidupan atau sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Beberapa contoh profesi tenaga terdidik adalah dokter umum, arsitek dan ahli gizi.

4. Keterampilan Yang Dimiliki

Hampir seluruh tenaga kerja memiliki pendidikan, meskipun hanya sampai tingkat SMA/SMK. Namun, tidak banyak dari tenaga kerja yang memiliki keterampilan khusus. Faktor produksi tenaga kerja ini mengacu pada pelatihan kursus tertentu yang diambil sesuai minat dan bakat.

Tenaga kerja tersebut akan mendapatkan pelatihan dari orang yang sudah profesional di bidangnya. Contohnya disini adalah penjahit, ahli make up, penata rambut dan lain sebagainya.

5. Kondisi Ekonomi

Faktor produksi tenaga kerja selanjutnya dapat dilihat dari kondisi ekonomi seseorang. Orang-orang yang memiliki keterbatasan dalam sektor ekonomi biasanya tidak memiliki keterampilan khusus atau ilmu pengetahuan lanjutan. Kondisi ini tidak jarang membuat sebagian dari mereka menjadi tertinggal oleh pergerakan zaman.

Keterbatasan yang mereka miliki tidak jarang membuat mereka menjadi lebih susah dalam mencari pekerjaan. Beberapa contoh tenaga kerja non skill labor diantaranya adalah buruh pabrik, tukang sampah dan office boy.

6. Keterlibatan Dalam Produksi

Setiap tenaga kerja tentu memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing. Hubungan antara tenaga kerja satu dengan yang lain akan menghasilkan produk yang berkualitas. Disini terbagi atas 2 macam, yaitu tenaga kerja yang langsung terjun di produksi dan yang tidak terjun di produksi.

Baca Juga

Faktor Produksi Tenaga Kerja

Terjun langsung maksudnya adalah langsung ke bagian lapangannya, contohnya dalam perusahaan makanan terdapat orang yang mengoperasikan operator mesin. Sedangkan yang dimaksud tenaga kerja tidak langsung terjun di produksi adalah mereka yang melakukan pengawasan dalam kegiatan produksi. Contohnya adalah bagian HRD yang melakukan manajemen sumber daya tenaga kerja.

Lihatlah video menarik berikut ini :

Hubungan antara pergerakan roda ekonomi suatu perusahaan dengan faktor produksi tenaga sangatlah erat. Jika dapat memanfaatkan tenaga kerja yang ada, maka akan menghasilkan produk yang baik dan membuat roda ekonomi menjadi bergerak.

Salam Sukses – Jasa Sandblasting Terpercaya

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *