Undang-Undang Tenaga Kerja Kontrak, Perlindungan Bagi Pekerja

Shot Blasting Adalah
Shot Blasting Adalah? Ini Pengertian, Kegunaan, Serta Model Mesinnya
May 6, 2019
Tekanan Sandblasting
Tekanan Sandblasting Mampu Membersihkan Permukaan Logam
May 6, 2019

Undang-Undang Tenaga Kerja Kontrak, Perlindungan Bagi Pekerja

Undang-Undang Tenaga Kerja Kontrak

Undang-undang tenaga kerja – Menurut perjanjian waktu yang mengikatnya, tenaga kerja dibagi dalam dua macam. Yaitu, tenaga kerja tetap dan tenaga kerja kontrak atau yang terikat perjanjian waktu. Kedua jenis tenaga kerja ini sama-sama memiliki perlindungan di mata hukum. Tidak ada perbedaan meskipun bukan tenaga kerja tetap. Berikut adalah pembahasan undang-undang tenaga kerja kontrak :

Undang-Undang Tenaga Kerja

Undang-Undang Tenaga Kerja Kontrak

1. Undang-Undang Mengenai Jenis Pekerjaan Untuk Tenaga Kerja Kontrak

Dalam perundangan No 13 tahun 2003 pasal 59 menyebutkan bahwa tidak semua pekerjaan dapat menjadikan karyawan yang diterima kerja menjadi tenaga kerja kontrak. Ada aturan yang harus dipenuhi oleh perusahaan dalam menetapkan putusan tenaga kerja kontrak.

Pekerjaan yang dimaksud adalah pekerjaan yang bersifat musiman, pekerjaan yang akan selesai dalam waktu tidak lama. Atau mengenai pekerjaan yang dilakukan berkaitan dengan produk-produk barang atau jasa baru yang masih dalam uji coba.

2. Undang-Undang Yang Mengatur Lama Kontrak

Kemudian pembahasan mengenai undang-undang tenaga kontrak berdasarkan lama waktu keterikatan kerja tercantum dalam pasal 59 ayat 4. Di dalamnya dijelaskan bahwa untuk tenaga kontrak memiliki waktu keterikatan kerja paling lama dua tahun. Untuk selanjutnya perjanjian kerja tenaga kontrak dapat diperpanjang untuk satu periode.

Dengan maksimal waktu selama satu tahun. Jadi dapat disimpulkan bahwa maksimal tenaga kontrak adalah selama 3 tahun. Bila masih akan dipekerjakan maka statusnya harus diubah menjadi karyawan tetap.

3. Undang-Undang Tentang Hak Yang Dimiliki

Sama dengan karyawan tetap, tenaga kerja kontrak memiliki hak untuk mendapatkan waktu istirahat cukup seperti dalam pasal 79. Kemudian masih di UU no 13, hak karyawan perempuan untuk masa cuti hamil dan melahirkan pada pasal 76 dan 82.

Pada PP no 08 tahun 1981 dan Peraturan menteri nomor 01 tahun 1999 serta UU no 13 tahun 2013 disebutkan bahwa setiap tenaga kerja berhak untuk memperoleh upah minimum sesuai dengan peraturan yang berlaku. Serta mendapatkan uang lembur, bila bekerja melebihi dari jam kerja yang telah ditetapkan dalam pasal 78 ayat 2.

Bagi tenaga kerja kontrak juga memiliki waktu kerja yang telah diatur oleh perundangan. Sehingga tidak ada satupun karyawan yang dipekerjakan melebihi waktu tersebut tanpa menerima gaji lemburan. Peraturan tersebut ada pada UU no 13 tahun 2013 pasal 77 ayat 2.

4. Undang-Undang  Tenaga Kerja Kontrak Tentang Berakhirnay Masa Kerja

Masa berakhirnya kerja dari tenaga kontrak adalah setelah tempo perjanjian kerja telah selesai, dan tidak ada pembaharuan kontrak baru. atau pun tidak ada pengubahan status karyawan dari tenaga kontrak menjadi karyawan tetap.

Namun bila pihak perusahaan memutus kontrak sebelum masa perjanjian kerja berakhir, maka tenaga kontrak akan mendapatkan pesangon. Peraturan mengenai berakhirnya masa kerja bagi tenaga kontrak telah diatur dalam UU no 13.

Baca Juga

5. Undang-Undang Tenaga Kontrak Yang Membahas Pesangon Dan THR

Mengenai pesangon tenaga kerja kontrak ini masih jarang karyawan yang mengetahui. Bahwa dalam perundangan ditetapkan bilamana pemberhentian kontrak sebelum dari masa berakhirnya perjanjian selesai. Maka karyawan akan memperoleh pesangon sebanyak sisa gaji sampai dengan masa kerja selesai.

Termasuk pula untuk Tunjangan Hari Raya, tenaga kontrak mendapatkan THR dengan perhitungan sama dengan karyawan tetap. Yaitu satu kali gaji bila sudah bekerja dalam satu tahun di perusahaan tersebut.

Bila pekerja tersebut belum bekerja selama satu tahun maka perhitungan THR adalah Jumlah gaji dalam satu bulan dibagi 12. Kemudian hasil tersebut dikalikan dengan jumlah bulan bekerja.hal tersebut telah ditetapkan dalam UU no 13.

Lihatlah video menarik berikut ini :

Di atas adalah uraian mengenai undang-udang tentang tenaga kerja kontrak. Sama seperti tenaga kerja tetap, tenaga kerja kontrak memiliki peraturan perundangan yang harus dipatuhi. Baik oleh perkerjaan, pihak perusahaan dan ke dua belah pihak. Pengetahuan mengenai hukum tenaga kerja kontrak akan melindungi pekerja dari kebijakan perusahaan yang tidak menguntungkan.

Salam Sukses – Jasa Sandblasting Terpercaya

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *